12 Maret 2014

- - 2 comments

Tip Mudah Memilih Caleg 2014

Apakah Anda sudah masuk daftar DPT? Kalau sudah, apakah hendak memilih caleg tertentu? Saya tidak tahu seberapa banyak orang yang sudah yakin, manteb, tak ragu lagi memilih calon wakilnya di Pemilu 2014 ini. Tapi, bagi yang masih bingung seperti saya, coba ikuti tip mudah menentukan pilihan di pemilu berikut ini.
Meme Pemilu 2014
Ilustrasi Pemilu 2014

Utamakan Fakta

Iklan televisi, poster, selebaran, dan lain-lain sepertinya bisa diabaikan karena paling berisi jargon dan janji disertai wajah-wajah murah senyum atau sembari mengepalkan tangan. Dengan perkembangan internet saat ini, kita bisa cek profil kandidat di internet. Mungkin sebagian besar juga iklan. Maka dari itu, carilah yang sekiranya benar-benar fakta soal kandidat yang hendak Anda pilih. Cari juga sejarah karier sebelum masuk politik. Siapa tahu di media tertentu namanya sempat disebut karena melakukan sesuatu.

Abaikan Partai

Sepertinya caleg tidak ada yang independen dalam arti maju nyaleg tanpa partai. Nah, siapa tahu ada kandidat yang Anda tahu betul punya kontribusi nyata kepada masyarakat. Kandidat tersebut layak masuk daftar calon pilihan. Mungkin tak akan ada orang yang benar-benar punya idealisme yang sejalan dengan partai tertentu. Akan tetapi, setidaknya dia mungkin punya perspektif yang tak jauh berbeda dengan Anda.

Pertimbangkan Anjuran

Bila ada kandidat yang Anda hormati, semisal orang tua, atau orang tersebut dikenal orang yang kita kenal, mungkin kandidat tersebut pantas dipilih (disertai riset lebih bagus lagi). Setidaknya kita bisa mendengarkan pendapat orang tersebut soal kenapa dia suka kandidat tertentu.

Bila masih sulit, coba tip yang lebih sederhana berikut ini:

  1. Mengingat 90% caleg adalah incumbent atau yang sudah pernah terpilih, Anda bisa abaikan mereka, kecuali mungkin yang punya prestasi bagus..
  2. Coba pelajari siapa saja yang Anda ketahui melanggar aturan kampanye (contoh: dilarang pasang poster di pohon, alat peraga lebih dari satu per desa, dll). Referensi aturannya bisa dilihat di sini saja.
  3. Kalau kedua proses tadi sudah selesai dan masih ada caleg tersisa, mungkin dia pilihan yang baik.
Kalau ternyata tidak ada yang bisa dipilih, setidaknya Anda jadi tahu kenapa banyak orang jadi Golput™.

2 komentar:

Tinggalkan pesan baik Anda puas maupun tidak. Saya juga tidak keberatan pengunjung meninggalkan komentar dengan tautan balik (backlink) sepanjang komentarnya cukup relevan, tidak terlalu promosi atau jualan. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Beranda - Tentang Berita Pilihan - Kebijakan Privasi - Kontak