09 Desember 2013

- - 4 comments

Kelemahan Desain Web Responsif

Desain web responsif kini sedang naik daun, tapi dia hanyalah salah satu dari sejumlah pilihan untuk merancang strategi situs mobile. Buat sebagian mungkin desain yang mengandalkan fitur HTML5 dan CSS3 ini menjadi satu-satunya pilihan untuk masa depan padahal belum tentu.

Bagi yang belum tahu, desain responsif memungkinkan situs web secara otomatis mengubah tampilannya sendiri agar sesuai dengan layar sebesar apa pun yang digunakan pengunjung (desktop, tablet, mobile), sehingga meniadakan kebutuhan pengembangan situs mobile yang terpisah.

Contoh desain responsif
Akan tetapi, kedatangan teknologi dan teknik desain baru ini bukanlah obat bagi segala penyakit. Ada juga kelemahan-kelemahan  desain responsif yang perlu dipertimbangkan sebelum menghabiskan semua sumber daya ke arah sana. Berikut adalah sejumlah masalah potensial yang perlu diketahui dan dipahami para pemilik situs sebelum memutuskan seberapa jauh investasi yang akan digelontorkan bagi desain responsif 

Loading (mungkin) Lamban

Desain responsif menggunakan satu set kode yang sama untuk semua tampilan, sehingga pengguna ponsel mungkin harus mengunduh (download) ukuran file yang sama dengan pengguna dekstop. Namun, bisa diakali dengan memuat pengaturan "display: none" melalui mobile media query, sehingga pengguna tablet dan ponsel tak perlu mengunduh bagian tertentu, semisal sidebar.

Gambar atau Foto

Masalah foto atau gambar ini mungkin problem utama para pengembang desain responsif saat ini. Gambar pemandangan untuk layar desktop 27" akan tampak berbeda untuk layar 3,5". Bagusnya foto-foto untuk mobile lebih ke close-up atau fokus ke objek tertentu. Belum lagi pemborosan bandwidth karena gambar untuk resolusi desktop langsung ditempel dan dikecilkan di layar smartphone.

Butuh Waktu dan Upaya Lebih

Desain responsif membutuhkan perencanaan yang lebih detail karena memuat kemungkinan-kemungkinan tampilan dan efeknya. Bila hendak benar-benar mengandalkan teknologi baru ini, waktu pengembangan (dan berkaitan dengan anggaran) untuk mengimplementasikan desain baru perlu dihitung betul dibandingkan dengan 2 desain (desktop dan mobile). Bila situs dikelola oleh perusahaan, Anda mungkin butuh karyawan baru atau setidaknya pelatihan staf untuk membangun sebuah situs responsif. Jika Anda sudah memiliki situs mobile dan sudah cukup sesuai kebutuhan pelanggan, mestinya ada alasan yang jauh lebih rasional kalau ingin beralih total ke desain responsif.

Perubahan Tampilan Iklan

Gambar desktop dikonversi ke layar ponsel bakal menjadi tantangan rumit bila menyangkut penghasilan dari iklan. Sudah ada ukuran standar dunia untuk iklan, tapi bila semisal dari versi dektop lalu dikecilkan (rescaling) untuk layar 320x480 bisa mengakibatkan gambar iklan rusak dan pengiklan tentu tidak akan senang. Mungkin juga iklan yang tadinya menarik jadi terlihat aneh.

Perbedaan Perilaku User

Smartphone, tablet, dan desktop adalah tiga perangkat yang berbeda dan hal itu menjadikan perilaku pengunjung berbeda-beda pula. Untuk tablet dan desktop memungkinkan pengguna berlama-lama menjelajahi situs Anda karena resolusi tampilan cukup besar. Tapi untuk pengguna ponsel, biasanya orang hanya butuh informasi tertentu dan mungkin hanya singgah dalam waktu singkat sebelum menutup jendela browser. Untuk situs berita sih tidak tampak bedanya, tapi situs toko mungkin jadi lain efeknya. Jadi, baik tampilan dan navigasinya mungkin mesti didesain berbeda-beda untuk tiap gadget.

Halaman Kepanjangan

Pakem standar desain mobile yang dianggap baik adalah meminimalkan kemungkinan fitur gulir (scrolling). Bila tampilan situs lebih banyak teks dan berisi pilihan-pilihan semisal situs ini mungkin tak banyak pengaruhnya. Tapi bila situs Anda banyak berisi aksesoris pemanis dan menampilkan konten yang lumayan banyak, pengguna ponsel mungkin malas menggulirkan tampilan, halaman demi halaman yang seolah tak habis-habis.

Coding Rumit dan Butuh Pengujian

Walau hanya perlu satu set kode (HTML, Javascript, CSS) dan seharusnya menjadi lebih sederhana, dampak yang menyusahkan nantinya adalah pada seberapa cepat Anda dapat merombak tampilan untuk desain baru (misal ada fitur baru). Sebab, Anda harus mengadopsi semua itu ke dalam desain responsif, tidak bisa lagi cuma memperbarui desain desktop secara terpisah. Anda harus memertimbangkan dampaknya pada semua jenis tampilan. Waktu pengujian juga butuh lebih lama karena harus menguji di beberapa model tampilan.

Disarikan dari berbagai sumber.

4 komentar:

  1. Informasi yang berguna gan.... ane juga lagi hitung2 enakan responsif atau desktop/mobile, sehingga bisa memaksimalkan monetize site...

    thanks...

    BalasHapus
  2. Oke tengkyu gan. Iya kalo gak banyak modal pilihan terbatas. Btw, situsnya boleh juga.

    BalasHapus
  3. nice post ! fatihaturrizky.blogspot.com

    BalasHapus
  4. @Rizki makasih udah mampir gan.

    BalasHapus

Tinggalkan pesan baik Anda puas maupun tidak. Saya juga tidak keberatan pengunjung meninggalkan komentar dengan tautan balik (backlink) sepanjang komentarnya cukup relevan, tidak terlalu promosi atau jualan. Terima kasih atas kunjungan Anda.

Beranda - Tentang Berita Pilihan - Kebijakan Privasi - Kontak