25 Februari 2011

- -

Peneliti Swedia Berhasil Menransfer Kesadaran Manusia ke Orang Lain?

Selama ribuan tahun para filsuf memperdebatkan apakah (kesadaran) diri ada dalam pikiran, badan, keduanya, bukan dua-duanya, atau semuanya. Tidak jelas juga apakah penemuan satu ini akan membantu mendekatkan manusia pada jawaban final atau malah memperkeruh pemahaman. Yang  jelas, beberapa saraf Swedia telah mengklaim bahwa otak manusia dapat menambahkan objek eksternal seperti lengan ketiga dalam kesadaran diri seseorang. Lebih jauh lagi, apakah orang bisa memroyeksikan kesadaran mental tentang "diri" mereka keluar dari tubuh ke dalam tubuh orang lain atau mesin. Ini kalau bukan penemuan fenomenal, mungkin malah lebih mengarah ke kontroversial.


Ceritanya ada eksperiman yang dilakukan di Stockholm, tepatnya di Karolinska Institutet jurusan medis, di mana lengan kanan buatan ditempatkan di meja, di samping lengan asli subjek percobaannya, manusia. Tujuannya supaya si subjek bisa melihat ketiganya. Setelah itu, peneliti secara simultan menyentuh lengan asli dan palsu si subjek di lokasi yang sama dengan sikat kecil.

"Apa yang terjadi kemudian adalah konflik mulai muncul dalam pikiran mengenai tangan kanan mana yang asli yang menjadi bagian tubuh subjek," kata Arvid Guterstam, salah satu peneliti. Hasil dari eksperimen itu sangat mengejutkan. "Otak manusia ternyata bisa menyelesaikan konflik ini dengan menerima kedua tangan kanan sebagai bagian dari citra tubuhnya, sehingga subjek merasa punya lengan ketiga."

Ketika para peneliti mengancam (baik itu lengan palsu atau nyata) menggunakan sebilah pisau, ternyata respon si subjek sama saja. Jadi, temuan mereka ini nantinya ditujukan bagi orang-orang yang mengalami stroke hingga lumpuh parsial misalnya. Bila berhasil diterapkan, para dokter nantinya bisa menggabungkan sebuah lengan buatan yang berfungsi (sebagai bagian tubuh pasien) sementara lengan aslinya yang lumpuh tetap ada. Selain itu, hasil penelitian ini mungkin juga bisa diterapkan untuk orang-orang dalam bidang kerjanya menuntut adanya lengan ketiga, seperti misalnya petigas paramedis atau pemadam kebakaran.


Transfer Kesadaran

Sebuah studi lain yang terkait di Karolinska kabarnya malah berhasil membuat orang memersepsikan dirinya secara fisik tidak berada di tubuh mereka sendiri, melainkan dalam tubuh subjek tes lainnya. Dengan menjelaskan bagaimana otak normal menghasilkan rasa kepemilikan tubuh, para peneliti berharap dapat belajar untuk memroyeksikan persepsi kepemilikan seseorang ke tubuh buatan atau simulasi virtual simulasi. Bahkan, ada kemungkinan dua orang saling tukar pengalaman tubuh satu sama lain.

Sejauh ini yang telah mampu "ditransfer" adalah diri subjek ke tubuh orang lain yang yang berbeda kelamin, usia, atau ukuran badan, tetapi belum untuk benda mati.

Wah ini apa semacam proyeksi astral ya? Kalau bisa sukses pindah ke benda mati, mungkin suatu saat nanti kita juga bisa menyimpan kesadaran beserta kepribadian manusia dalam komputer misalnya. Eh, kok agak ngeri nih.
Beranda - Tentang Berita Pilihan - Kebijakan Privasi - Kontak